Kaganga.com PALEMBANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) tumbuh positif, stabil, dan terjaga hingga April 2025. Wilayah Sumbagsel mencakup lima provinsi, yakni Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jambi, Lampung, dan Bengkulu.
Pada keterangan Pers OJK Sumsel Babel Senin (30/6/2025), Stabilitas sektor jasa keuangan di kawasan ini ditopang oleh kinerja yang solid dari sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan nonbank, serta didukung peningkatan edukasi dan perlindungan konsumen oleh OJK di tingkat regional.
Per April 2025, kinerja perbankan di wilayah Sumbagsel menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Total aset perbankan meningkat 8,10 persen (yoy) menjadi Rp347,65 triliun. Fungsi intermediasi juga tumbuh, ditandai dengan naiknya total penyaluran kredit/pembiayaan berdasarkan lokasi bank sebesar 8,86 persen (yoy) menjadi Rp308,97 triliun.
Kredit konsumtif menjadi porsi terbesar dalam penyaluran kredit, yakni sebesar 43,07 persen. Kualitas kredit secara keseluruhan tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (NPL net) tercatat di angka 0,99 persen.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) turut mengalami peningkatan sebesar 7,11 persen (yoy), mencapai Rp274,51 triliun. Mayoritas DPK masih didominasi oleh dana tabungan dengan porsi 55,71 persen.
Dari sisi sektoral, penyaluran kredit per April 2025 paling banyak diserap oleh sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan yang mencapai Rp57,83 triliun atau tumbuh 6,40 persen (yoy), dengan pangsa pasar 10,74 persen terhadap total kredit nasional di sektor tersebut. Namun, sektor real estate, usaha persewaan, dan jasa mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 37,08 persen menjadi Rp6,44 triliun.
Dalam rangka mendukung pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), total kredit UMKM yang disalurkan mencapai Rp120,60 triliun atau 39,03 persen dari total penyaluran kredit di wilayah Sumbagsel. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,11 persen (yoy), sekaligus melampaui target nasional minimal porsi kredit UMKM yang ditetapkan sebesar 30 persen.
Kepala OJK Sumsel Babel, Arifin Susanto, menegaskan bahwa tren positif ini menjadi sinyal baik bagi penguatan ekonomi regional melalui sektor jasa keuangan yang inklusif dan berdaya saing.
"Kondisi sektor jasa keuangan di Sumbagsel hingga April 2025 menunjukkan stabilitas yang terjaga dan pertumbuhan yang sehat. Ini mencerminkan peran aktif industri dalam mendorong pemulihan dan penguatan ekonomi daerah,” ujar Kepala OJK Sumsel Babel, Arifin Susanto, dalam keterangan persnya.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly
Tag : Pemprov Sumsel OJK