26 Ags 2025 17:45

Investasi Semester I 2025 di Sumsel Tembus Rp26,39 Triliun, Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

Investasi Semester I 2025 di Sumsel Tembus Rp26,39 Triliun, Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

Kaganga.com PALEMBANG – Pertumbuhan investasi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang paruh pertama tahun 2025 menunjukkan tren menggembirakan. Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat, realisasi investasi sudah mencapai Rp26,39 triliun hingga akhir Juni 2025.

Capaian tersebut setara dengan 62 persen dari target daerah dalam RPJMD sebesar Rp42,5 triliun. Angka ini memberi optimisme bahwa target tahunan masih berpeluang besar untuk tercapai, meski secara nasional kontribusi Sumsel baru 33,47 persen dari total target Rp78,85 triliun.

Tak hanya nilai investasi yang meningkat, kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan laporan juga mengalami lonjakan signifikan. Jika pada 2024 jumlah pelaku usaha yang melapor hanya 10.048, maka pada tahun 2025 meningkat menjadi 16.192 perusahaan.

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar. Nilainya mencapai Rp4,61 triliun atau 55,3 persen dari total PMA di Sumsel. Investasi tersebut mayoritas berasal dari ekspansi pabrik OKI Pulp and Paper yang tengah membangun fasilitas produksi tisu tahap II dan III.

Sementara itu, untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Kota Palembang mencatat angka tertinggi dengan Rp6,8 triliun atau 37,67 persen. Angka ini didorong proyek pembangunan Pabrik Pusri IIIB yang saat ini masih dalam tahap konstruksi.

Jika dirinci, sektor industri kertas dan percetakan mendominasi PMA dengan total Rp4,59 triliun. Sektor lain yang ikut memberi kontribusi antara lain ketenagalistrikan, gas, dan air (Rp1,84 miliar), industri makanan (Rp557 miliar), transportasi dan telekomunikasi (Rp352 miliar), serta industri kayu (Rp276 miliar).

Untuk kategori PMDN, sektor pertambangan mencatat investasi tertinggi yakni Rp4,62 triliun, disusul industri kimia dan farmasi Rp3,58 triliun, serta jasa lainnya Rp2,42 triliun. Beberapa subsektor tambahan seperti tanaman pangan dan peternakan (Rp2,21 miliar) serta industri makanan (Rp976 miliar) juga turut mendorong pertumbuhan.

Selain nilai investasi, manfaat lain yang langsung dirasakan masyarakat adalah terbukanya lapangan kerja baru. Sepanjang semester I 2025, investasi di Sumsel telah menyerap tenaga kerja hingga 32.403 orang.

Negara asal investor juga semakin beragam. Singapura menempati posisi tertinggi dengan realisasi Rp5,17 triliun, disusul Tiongkok Rp1,64 triliun, Malaysia Rp567 miliar, serta Inggris dan Jepang yang masing-masing menanamkan Rp229 miliar.

“Data ini dihimpun melalui sistem pelaporan yang dilakukan pelaku usaha. Dengan tren yang ada, kami optimistis target investasi tahunan dapat tercapai bahkan melampaui,” ujar Sekretaris DPMPTSP Sumsel, Eko Agusrianto.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel DPMPTSP

Komentar