20 Ags 2025 17:45

Karhutla di Sumsel Capai 1.416,9 Hektare hingga Agustus 2025, Ogan Ilir Terluas

Karhutla di Sumsel Capai 1.416,9 Hektare hingga Agustus 2025, Ogan Ilir Terluas

Kaganga.com Palembang – Laju kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang 2025 terus menjadi perhatian. Hingga 10 Agustus 2025, luasan area terbakar tercatat mencapai 1.416,9 hektare, dengan Kabupaten Ogan Ilir menjadi daerah terdampak paling luas.

Berdasarkan data Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sebagian besar kebakaran terjadi di lahan mineral dengan luasan 1.381,9 hektare. Sementara itu, lahan gambut yang ikut terbakar relatif lebih kecil yakni 35 hektare.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan KLHK, Ferdian Kristanto, mengungkapkan data tersebut diperoleh melalui analisis citra satelit hasil kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). “Lima wilayah dengan kebakaran terluas berada di Ogan Ilir, Musi Banyuasin, OKU, Musi Rawas, dan Muara Enim,” ujarnya, Rabu (20/8/2025).

Ogan Ilir mencatat kebakaran paling luas dengan 317 hektare, seluruhnya terjadi di lahan mineral. Posisi kedua ditempati Musi Banyuasin dengan 314,2 hektare, terdiri dari 305,2 hektare di lahan mineral dan 8,9 hektare di lahan gambut. Kabupaten OKU juga masuk daftar dengan 190,4 hektare kebakaran, seluruhnya di lahan mineral.

Musi Rawas melaporkan karhutla seluas 151,7 hektare, sementara di Muara Enim tercatat 101,8 hektare. Dari jumlah tersebut, 90,9 hektare berada di lahan mineral dan 11 hektare di lahan gambut. Sejumlah daerah lain mengalami kebakaran di bawah 100 hektare, seperti Empat Lawang (89,3 ha), OKI (65,5 ha), PALI (63 ha), Musi Rawas Utara (50,2 ha), dan Lahat (36,6 ha).

Sementara itu, karhutla dengan skala lebih kecil terjadi di OKU Timur (15,8 ha), Banyuasin (13,2 ha), Lubuklinggau (5,9 ha), dan Pagar Alam (2,1 ha). Adapun beberapa wilayah seperti Prabumulih, OKU Selatan, dan Kota Palembang tercatat bebas dari karhutla berdasarkan pengamatan satelit.

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tren karhutla di Sumsel tahun 2025 mengalami penurunan cukup signifikan. Pada 2021 tercatat 2.003,2 hektare, meningkat pada 2022 menjadi 2.769,5 hektare, lalu mencapai puncak pada 2023 dengan luas kebakaran 4.162,3 hektare. Tahun berikutnya, 2024, turun menjadi 3.160,3 hektare sebelum kembali menurun tajam di 2025.

“Penurunan ini tidak lepas dari upaya mitigasi dan pengendalian yang terus dilakukan secara kolaboratif oleh berbagai pihak,” kata Ferdian. Ia menegaskan, pemerintah bersama lembaga terkait akan terus memperkuat strategi pencegahan karhutla, terutama pada wilayah rawan seperti Ogan Ilir dan Musi Banyuasin.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel Karhutla Sumsel

Komentar