3 Ags 2022 11:10

Miliki 65 Paket Pekerjaan Dengan Anggaran Turun 50 Persen dari Tahun Sebelumnya

Miliki 65 Paket Pekerjaan Dengan Anggaran Turun 50 Persen dari Tahun Sebelumnya

Kaganga.com,Palembang - Kemantapan jalan Provinsi di Sumatera Selatan terus mengalami peningkatan. Sepanjang 2021 lalu, kemantapan jalan yang jadi wewenang Pemprov Sumsel sepanjang 1.500-an Kilometer mencapai 93 persen. Tahun sebelumnya di angka 90,02 persen. Pada 2022 ini seharusnya bisa terus naik, bahkan mencapai 95 persen. 

 

Meski anggaran tahun ini tak sebanyak 2021 lalu, pihaknya tetap berupaya mengerjakan proyek jalan yang jadi wewenang provinsi. Sebanyak 65 Paket yang direncanakan tahun 2022 akan dikebut pengerjaanya mengingat tahun ini hanya tersisa 5 bulan lagi. 

 

"Anggaran yang diterima PUBMTR mengalami penurunan 50 persen. Jika tahun 2021 anggarannya mencapai Rp1,5 triliun (termasuk DAK Rp148 miliar, SMI Rp285 miliar sisanya APBD) dan dana bantuan keuangan dari Gubernur kepada kabupaten/kota di bidang infrastruktur jalan Rp986,5 miliar, sedangkan pada 2022 ini hanya di kisaran Rp787 miliar," kata Darma Budhy, Asisten III Setda Pemprov Sumsel yang sekaligus Plh Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel (BMTR).

 

Saat ini dari 65 kegiatan yang ada di PUBMTR Sumsel sudah 45 kegiatan yang tanda tangan kontrak. "Sudah 75 persen yang tanda tangan kontrak, sisanya masih lelang dan taknlama lagi tanda tangan kontrak," ujarnya. 

 

Menurutnya,45 kegiatan yang sudah tanda tangan kontrak juga akan diberi uang muka. Dengan adanyabpemberian uang muka itu, maka serapan anggaran di dinas PUBMTR akan 15 persen. "Kalau di berikan uang muka serapan anggaran kita jadi 15 persen dari total anggaran Rp800 miliar. Meski ini sudah masuk bulan Juli, masih vanyak cukup waktu untuk pemeliharaan jalan dan jembatan. Progress-nya juga terus kita pantau nanti," katanya. 

 

Untuk pemeliharaan jalan seperti pengaspalan, pengecoran tidak memakam waktu lama. "Paling lama yiga bulan, jadi Agustus atau September selesai kalau on schedule," tambahnya

 

Lanjut Budhi, target tahun ini untuk pekerjaan jalan diharapkak bisa selesai pada September atau Oktober. Hal itu, telah memperhitungkan kondisi cuaca saat pekerjaan. "Untuk jembatan kita harapkan pekerjaan paling lambat Desember selesai. Kita harapkan tak ada lagi lompat tahun ke 2023 pembayarannya," tukasnya. 

 

Ia menjelaskan bahkan sebelum mudik Lebaran lalu, fokus dilakukan pada jalan prioritas yang LHR-nya (lintas harian rata-raya) tinggi. Seperti di ruas Kayu Agung-Palembang, Palembang-Betung dan akses penghubung lain yang menuju Kota Palembang diluar jalan nasional. "Seperti di OI, Banyuasin dan sekitar wilayah perkembangan Kota Palembang," tambahnya. 

 

Prioritas di jalur LHR lintas harian rata rata tinggi, seperti di tuas kayu agung Palembang, Palembang Betung selain jalan Nasional, akses Penghubung kota Palembang, Ogan Ilir, Banyuasin dan sekitar perkembangan kota Palembang.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Inesalk

Tag : Pemerintah Provinsi

Komentar