Kaganga.com PALEMBANG — Memasuki usia satu abad, Nahdlatul Ulama (NU) dinilai semakin strategis dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mendorong pembangunan daerah. Hal itu ditegaskan Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru saat menghadiri peringatan satu abad NU yang digelar Pengurus Wilayah NU (PWNU) Sumsel di Graha Bandara Insani, Palembang.
Ribuan warga Nahdliyin memadati lokasi acara yang berlangsung khidmat dan penuh nuansa refleksi atas perjalanan panjang NU dalam merawat tradisi Islam moderat dan inklusif di Indonesia.
Dalam sambutannya, Herman Deru menyebut NU telah membuktikan diri sebagai organisasi keagamaan yang mampu menjadi perekat sosial di tengah kemajemukan masyarakat. Ia menilai kekompakan warga NU dan komitmen menjaga toleransi sebagai kekuatan utama dalam menjaga stabilitas sosial dan kebangsaan.
“Momentum satu abad ini harus menjadi titik refleksi sekaligus penguatan peran NU dalam pembangunan daerah dan bangsa,” ujar Herman Deru.
Gubernur juga menekankan pentingnya penguatan moderasi beragama di tengah dinamika sosial saat ini. Ia turut menyoroti peningkatan kualitas pelayanan ibadah di masjid, termasuk peran muazin, guna meningkatkan kekhusyukan umat dalam beribadah.
Ketua PWNU Sumatera Selatan Hendra Zainuddin menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Sumsel terhadap program-program NU, termasuk bantuan pembangunan gedung PWNU Sumsel yang menjadi pusat kegiatan organisasi.
Pada kesempatan tersebut, PWNU Sumsel memberikan penghargaan kepada 25 tokoh inspiratif melalui program PWNU Sumsel Award sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka di bidang keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan.
Peringatan satu abad NU ditutup dengan doa bersama sebagai wujud syukur sekaligus harapan bagi kemajuan Sumatera Selatan dan Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan itu Wali Kota Palembang Ratu Dewa, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly