24 Nov 2025 18:25

Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat Dipacu untuk Dongkrak Daya Saing KEK TAA

Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat Dipacu untuk Dongkrak Daya Saing KEK TAA

Kaganga.com Palembang - Upaya menjadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA) sebagai pusat industri strategis terus dikebut oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Salah satu titik fokusnya adalah percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang nantinya menjadi penopang utama aktivitas logistik kawasan tersebut.

Di tengah persaingan antar-kawasan industri yang semakin ketat, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan bahwa keberadaan pelabuhan modern dan terintegrasi akan sangat menentukan kemampuan KEK TAA dalam menarik investasi baru.

Menurut Deru, efisiensi logistik adalah kunci. Ia menyoroti fakta bahwa jarak pelabuhan yang terlalu jauh dari kawasan industri dapat memicu naiknya biaya pengiriman dan memperpanjang rantai distribusi. “Kalau pelabuhan terlalu jauh, rantai logistik menjadi panjang dan biaya meningkat. Kita ingin itu dipangkas agar investasi di kawasan ini lebih kompetitif,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

Pemprov Sumsel saat ini terus memastikan kesiapan seluruh infrastruktur pendukung. Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat menjadi salah satu proyek yang digenjot karena diproyeksikan menjadi simpul logistik utama yang menentukan hidupnya kawasan industri di TAA.

Gubernur menuturkan bahwa keberadaan pelabuhan akan sangat memudahkan sektor industri, terutama mereka yang berorientasi ekspor. “KEK TAA sudah dirancang untuk menampung industri yang punya pasar global. Karena itu pelabuhan harus hadir, dan hadirnya bukan nanti-nanti,” tegasnya.

Ia memastikan bahwa percepatan proyek akan dikawal bersama pemerintah pusat dan pengembang kawasan. Deru meminta seluruh pihak yang terlibat untuk bekerja tanpa menunda proses yang sudah dapat dijalankan. “Kita ingin ada progres nyata. Saya minta seluruh pihak yang terlibat jangan menunda pekerjaan yang sudah bisa dikerjakan sekarang,” katanya.

Selain meninjau progres pelabuhan, Deru juga mengecek fasilitas pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang sudah beroperasi di dalam kawasan KEK TAA. Fasilitas tersebut menangani limbah medis dan industri dari berbagai daerah di Sumsel.

Ia menilai keberadaan fasilitas pengelolaan limbah menjadi bukti bahwa KEK TAA semakin siap menyediakan layanan penting bagi kebutuhan industri modern. “Industri sekarang tidak hanya bicara produksi, tetapi juga bagaimana mengelola limbahnya. Kita sudah punya fasilitas yang memenuhi aturan,” ujarnya.

Deru menyebut pengelolaan limbah secara mandiri akan memberi manfaat besar bagi pelaku usaha karena dapat memangkas biaya dan risiko pengiriman ke luar daerah. Ia berharap percepatan pembangunan pelabuhan dan penguatan fasilitas pendukung dapat membawa KEK TAA segera memasuki fase operasional penuh.

“Kita ingin kawasan ini benar-benar hidup, memberi manfaat, dan menjadi pusat kegiatan industri baru di Sumatera Selatan,” pungkasnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel Kawasan Ekonomi Khus Tanjung Api-api

Komentar