Kaganga.com OKI -- Setelah secara ramai-ramai masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memposting vidio kondisi jalan yang mereka lalui rusak parah ke berbagai akun media sosial, Pemerintah Daerah Kabupaten OKI mulai melakukan perbaikan dengan mengandeng pihak perusahaan yang ada di OKI.
"Kemana saja selama ini?, kenapa kebijakan seperti ini tidak dilakukan sebelumnya. Jangan ketika ada pejabat mau berkunjung saja baru minta sama perusahaan untuk melakukan perbaikan jalan," ujar Sekretaris DPD PGK OKI, Rivaldy Setiawan,SH
Menurutnya, kebijakan yang seperti ini memperlihatkan kalau memang pemerintah Kabupaten OKI itu tidak perhatian terhadap keluhan warganya. Karena, sebelum viral vidio kondisi jalan rusak sudah pernah disampaikan terlebih dahulu kepada pemerintah Kabupaten OKI. Tapi sayang, Pemkab OKI tidak pernah ada yang datang hanya sekedar mengecek kebenaran kondisi jalan yang dilaporkan oleh para warga, apalagi untuk melakukan perbaikan.
"Hal ini menunjukan seberapa penting keluhan masyarakat dan peran masyarakat untuk mengingatkan pemerintah atas keadaan OKI yang sedang tidak baik-baik saja," ujarnya.
Lanjutnya, yang menjadi pertanyaan bersama saat ini, kenapa permasalahan yang dirasakan seluruh masyarakat OKI baru sekarang didengarkan.
"Apakah pemerintah Kabupaten OKI, tidak bisa tanggap dalam mendengarkan suara rakyat?, sehingga setelah diviralkan baru diperhatikan dan melakukan perbaikan bertahap. Saya rasa jika dua Periode Bupati OKI,( H.Iskandar,SE ) lebih memperhatikan dan telah menggandeng pihak perusahaan yang ada di OKI dari dahulu kejadian seperti ini tidak akan ada. Dengan menggunakan dana CSR perusahaan, maka arus mobilitas sosial dan keadaan ekonomi yang baik memudahkan masyarakat untuk memperoleh pendidikan, memperoleh modal ataupun kesempatan lainnya," ungkapnya.
Seperti yang dikatakan Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo saat turun langsung untuk melihat kondisi infrastruktur jalan Provinsi Lampung. Presiden mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan itu penting, untuk mendukung arus mobilitas barang dan orang.
Penulis : Wahid Aryanto
Editor : Elly