Kaganga.com PALEMBANG — Aparat kepolisian meningkatkan pengamanan secara maksimal menjelang malam pergantian Tahun Baru 2025–2026 di Kota Palembang. Polrestabes Palembang menerjunkan ratusan personel, termasuk anggota berpakaian preman, guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono melalui Kabag Ops Polrestabes Palembang Kompol M Jedi mengungkapkan, sebanyak 137 personel berpakaian preman disebar di sejumlah titik rawan dan pusat keramaian pada Selasa (30/12/2025).
“Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas saat malam pergantian tahun. Personel preman akan melakukan pemantauan dan pengamanan secara tertutup di lapangan,” ujar Kompol M Jedi.
Ia menjelaskan, personel preman tersebut ditempatkan di berbagai lokasi strategis, seperti kawasan Jakabaring, Bundaran Air Mancur, Kambang Iwak, Simpang Lima DPRD Sumsel, Lambidaro, Simpang Charitas, kawasan PTC, Demang Lebar Daun, hingga Jalan Soekarno-Hatta.
Kompol M Jedi menegaskan, pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan apabila ditemukan potensi gangguan keamanan selama perayaan Tahun Baru. “Kami pastikan malam pergantian tahun 2025–2026 berjalan aman dan tertib. Jika ditemukan gangguan kamtibmas, personel di lapangan akan langsung melakukan pengamanan,” tegasnya.
Selain personel berpakaian preman, Polrestabes Palembang juga menurunkan 263 personel berseragam untuk melakukan pengamanan terbuka. Anggota tersebut ditempatkan di pusat perbelanjaan, kawasan pertokoan, serta lokasi yang diprediksi dipadati masyarakat.
Beberapa titik pengamanan terbuka meliputi Palembang Indah Mall (PIM), Palembang Square (PS), Palembang Icon, PTC Mall, serta kawasan Pasar 16 Ilir dan wilayah perkotaan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kompol M Jedi juga mengingatkan masyarakat terkait penutupan Jembatan Ampera. Jembatan ikonik tersebut akan ditutup mulai pukul 23.00 WIB hingga 01.00 WIB, dan masyarakat dilarang berada di atas jembatan selama penutupan berlangsung.
“Selama Jembatan Ampera ditutup, masyarakat tidak diperbolehkan berada di atas jembatan demi keselamatan dan kelancaran pengamanan,” ujarnya.
Terkait perayaan malam tahun baru, Polrestabes Palembang juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang tengah mengalami musibah.
“Kami mengajak masyarakat untuk merayakan Tahun Baru secara sederhana dan tidak berlebihan. Hindari euforia, termasuk menyalakan kembang api, sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada sesama,” pungkas Kompol M Jedi.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly