16 Okt 2025 17:45

Produksi Gabah Sumsel Naik Drastis, Lampaui Target Nasional Presiden Prabowo

Produksi Gabah Sumsel Naik Drastis, Lampaui Target Nasional Presiden Prabowo

Kaganga.com PALEMBANG – Provinsi Sumatera Selatan mencatatkan capaian luar biasa di sektor pertanian tahun ini. Hingga September 2025, produksi gabah kering giling (GKG) di wilayah ini melonjak signifikan hingga mencapai 3,5 juta ton, meningkat sekitar 600-700 ribu ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 2,7 juta ton.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyebut peningkatan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak, mulai dari petani hingga pemerintah daerah yang terus melakukan inovasi dalam pengelolaan lahan dan peningkatan produktivitas.

“Rata-rata produktivitas lahan kita sudah mencapai 3,5 juta ton GKG, naik dari sebelumnya 2,7 juta ton. Artinya, ada lompatan signifikan dalam produktivitas. Presiden juga menargetkan peningkatan produksi sebesar 300 ribu ton sepanjang 2025, dan hingga September saja peningkatannya sudah lebih dari 600 ribu ton,” ujar Herman Deru saat menerima kunjungan perwakilan anggota DPR RI Komisi IV dan V di Palembang.

Menurut Deru, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa Sumsel mampu menjadi salah satu daerah dengan peningkatan produksi gabah tertinggi di Indonesia. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi Sumsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

“Ini menjadi motivasi untuk terus mengoptimalkan potensi pertanian daerah. Masih banyak ruang untuk meningkatkan hasil pertanian, baik melalui program intensifikasi maupun ekstensifikasi,” kata Deru.

Ia menjelaskan, tahun ini Sumsel juga mendapat kepercayaan dari Presiden Prabowo Subianto untuk melaksanakan program ekstensifikasi pertanian dengan target pembukaan lahan baru seluas 48 ribu hektare. Program tersebut diharapkan dapat menambah luas lahan pertanian Sumsel yang sebelumnya mencapai sekitar 519 ribu hektare.

“Dengan tambahan lahan baru ini, posisi Sumsel naik dari peringkat 8 menjadi 5 besar provinsi dengan kontribusi ketahanan pangan nasional tertinggi,” ujar Deru optimistis.

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa yang hadir dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya peran Sumsel dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, ketersediaan infrastruktur seperti saluran irigasi, jalan pertanian, dan pelabuhan menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas dan kelancaran distribusi hasil panen.

“Ketahanan pangan tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan interkoneksi antarsektor, mulai dari sarana produksi, distribusi, hingga pemasaran hasil pertanian. Sumsel punya potensi besar dan harus terus diperkuat,” ujar Saan.

Sementara itu, Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita, menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya menyerap gabah petani dengan harga wajar agar kesejahteraan petani tetap terjaga. Saat ini, Bulog membeli gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram di lokasi panen. Jika ada biaya tambahan seperti ongkos angkut, juga akan ditanggung oleh Bulog.

“Bulog mendukung penuh program ketahanan pangan pemerintah. Selain gabah, kami juga menyerap panen jagung dari petani dengan harga Rp6.400 per kilogram,” ujarnya.

Febby mengungkapkan, hingga saat ini total gabah yang terserap di wilayah Sumsel dan Bangka Belitung mencapai 193.569,1 ton, sedangkan untuk jagung sebanyak 5.540,2 ton. Angka tersebut diproyeksikan terus meningkat seiring dengan melimpahnya hasil panen di sejumlah daerah.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Produksi Gabah Sumse Pemprov Sumsel Headline

Komentar