1 Jul 2025 19:15

Retret Karakter Siswa Dimulai 2 Juli, Sumsel Siapkan Generasi Muda Tangguh

Retret Karakter Siswa Dimulai 2 Juli, Sumsel Siapkan Generasi Muda Tangguh

Kaganga.com Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) siap menggelar program retret karakter bagi siswa SMA dan sederajat mulai Rabu, 2 Juli 2025. Sebanyak 100 siswa dari tiap kabupaten/kota di Sumsel akan mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Gandus, Palembang.

Kegiatan ini menjadi salah satu terobosan untuk membentuk generasi muda yang berintegritas, disiplin, dan siap menghadapi tantangan zaman. Retret siswa ini tak hanya menjadi wadah pembinaan luar kelas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya pembangunan karakter secara menyeluruh.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Edward Candra menyatakan bahwa seluruh persiapan sudah rampung, termasuk sarana dan prasarana di lokasi kegiatan. “Insya Allah, hari Rabu 2 Juli nanti akan dimulai retretnya,” ujar Edward saat ditemui pada Selasa (1/7/2025).

Ia memastikan, seluruh peralatan dan tenaga pelatih telah siap di lokasi. Rencananya, Gubernur Sumsel akan hadir langsung untuk membuka kegiatan tersebut secara resmi. "Peralatan dan pelatih juga sudah kami siapkan. Rencananya, Bapak Gubernur sendiri yang akan membuka kegiatan ini," katanya.

Retret ini, menurut Edward, merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjawab maraknya persoalan kenakalan remaja di Sumsel. “Ini menjadi respons serius pemerintah terhadap meningkatnya kasus kenakalan remaja. Retret ini menjadi wujud nyata kepedulian pimpinan daerah terhadap generasi muda,” tuturnya.

Program retret menggunakan dua pendekatan utama, yakni preventif dan kuratif. Pendekatan preventif ditujukan kepada siswa-siswa berprestasi agar mereka tetap berada di jalur positif. Sedangkan pendekatan kuratif menyasar siswa yang terindikasi melakukan pelanggaran atau kenakalan.

“Yang membedakan, semua peserta diperlakukan setara tanpa stigmatisasi. Mereka akan mendapatkan pengalaman hidup di alam terbuka melalui kegiatan kepanduan, pelatihan karakter, kepramukaan, dan pendalaman nilai-nilai kehidupan,” jelas Edward.

Kegiatan ini akan melibatkan berbagai elemen, termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Biro Kesra, TNI/Polri, psikolog pendidikan, tokoh agama, hingga guru bimbingan konseling (BK). “Ini kerja kolaboratif lintas sektor. Pendekatannya bukan menghakimi, melainkan membina,” tambahnya.

Edward juga menegaskan bahwa konsep retret siswa di Sumsel dirancang lebih humanis dibandingkan program serupa di daerah lain. “Kalau di Jawa Barat konsepnya barak tertutup, di Sumsel kita hadirkan sistem perkemahan terbuka yang menyatu dengan alam. Lebih membangun mental dan karakter dengan pendekatan yang menyenangkan,” pungkasnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel Retret siswa

Komentar