1 Nov 2025 17:45

SFC dan Sumsel United: Rival di Lapangan, Saudara di Luar Arena”

SFC dan Sumsel United: Rival di Lapangan, Saudara di Luar Arena”

Kaganga.com PALEMBANG - Isu miring yang sempat beredar soal renggangnya hubungan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) dan Sriwijaya Football Club (SFC) akhirnya terjawab. Gubernur Sumsel Herman Deru (HD) menegaskan bahwa SFC bukanlah klub oposisi, melainkan kebanggaan masyarakat Sumsel yang harus tetap dijaga eksistensinya.

Pernyataan tegas itu disampaikan HD saat menerima kunjungan jajaran manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), pengelola SFC, di Griya Agung Palembang, Sabtu (1/11/2025). Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kekeluargaan, dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, serta perwakilan kelompok suporter seperti S-MAN, Ultras Palembang, dan Singa Mania.

Dalam kesempatan itu, HD mengaku prihatin dengan anggapan sebagian pihak yang menyebut SFC sebagai klub yang berseberangan dengan pemerintah. Ia menegaskan, justru sebaliknya—pemerintah hadir sebagai pendukung dan pelindung klub kebanggaan wong kito tersebut.

“Jangan ada lagi yang menilai SFC klub oposisi. Saya tidak mau klub yang punya sejarah besar dan kebanggaan masyarakat Sumsel ini hilang. Saya, sebagai kepala daerah, menyatakan mendukung penuh SFC,” tegas Herman Deru.


Lebih lanjut, HD juga menginstruksikan agar para sponsor di wilayah Sumsel ikut membantu perkembangan klub. Menurutnya, dukungan finansial sangat penting untuk menjaga keberlangsungan SFC di kompetisi Liga 2, bahkan mengembalikannya ke kasta tertinggi Liga 1.

“Saya minta sponsor di Sumsel bantu SFC. Jangan sampai SFC degradasi, harus tetap di Liga 2 dan ke depan bisa kembali ke Liga 1,” ujarnya.


Menariknya, dalam pertemuan tersebut HD juga menyinggung keberadaan klub Sumsel United, yang diketahui merupakan inisiasi Wakil Gubernur Cik Ujang. Ia menilai keberadaan dua klub asal Sumsel justru menjadi hal positif selama keduanya berkompetisi secara sehat.

 “Kita ada klub buatan Cik Ujang, Sumsel United, juga bagus. Tidak masalah di daerah ada dua klub, karena keduanya berasal dari rahim yang sama, yakni Sumatera Selatan,” kata HD.


Sementara itu, Cik Ujang menjelaskan bahwa ide mendirikan Sumsel United berawal dari keinginannya menggabungkan semangat dari seluruh daerah di Sumsel dalam satu wadah sepak bola.

“Awalnya saya ingin nama klub yang bisa mewakili semua daerah, akhirnya kami putuskan memakai nama Sumsel United agar terasa satu kesatuan,” ungkapnya.


Di sisi lain, Komisaris Utama PT SOM Alexander Rusli menyambut baik sikap terbuka Pemprov Sumsel. Menurutnya, pertemuan ini menjadi titik terang atas kesalahpahaman yang sempat mencuat di kalangan publik dan suporter.

“Pertemuan ini memperjelas semuanya. Tidak ada lagi perbedaan antara SFC dan pemerintah. Rivalitas cukup di lapangan, di luar lapangan kita semua saudara,” ucapnya.

Alexander juga menambahkan, dukungan moral dari Gubernur dan Wagub menjadi suntikan semangat besar bagi tim untuk kembali berprestasi. Ia optimistis dengan kerja sama dan dukungan semua pihak, SFC bisa kembali berjaya seperti masa kejayaannya di Liga 1 beberapa tahun lalu.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Olahraga Pemprov Sumsel Sumsel United SFC

Komentar