Kaganga.com PALEMBANG – Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia tidak akan melakukan impor beras sepanjang tahun 2025. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menyebut stok beras nasional dalam kondisi sangat melimpah dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.
Menurut Amran, ketersediaan beras di dalam negeri saat ini justru menunjukkan tren positif di tengah kondisi dunia yang sedang menghadapi krisis pangan. Ia menyebut cadangan beras pemerintah tercatat lebih dari 4 juta ton per September 2025.
“Alhamdulillah, kita tidak melakukan impor beras tahun ini. Padahal banyak negara masih kesulitan pangan, tapi stok Indonesia justru aman dan melimpah,” ujarnya saat memberikan keterangan, Senin (8/9/2025).
Mentan menegaskan, jumlah cadangan saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar 1 juta ton. Kondisi ini sekaligus menjadi bukti keberhasilan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Ia juga mengingatkan bahwa pada dua tahun terakhir, Indonesia masih harus mengimpor dalam jumlah besar. Pada 2023, tercatat impor beras sebesar 3 juta ton, sementara di 2024 jumlahnya hampir mencapai 4 juta ton. Jika ditotal, dalam dua tahun terakhir Indonesia mendatangkan 7 juta ton beras dari luar negeri.
“Bukan hanya beras, impor jagung juga sempat tinggi hingga menyedot anggaran hampir Rp100 triliun. Tahun ini kita hentikan itu. Semua bisa kita penuhi dari dalam negeri,” tegas Amran.
Selain menjaga stok nasional, kebijakan tanpa impor ini juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) pada tahun ini tercatat naik hingga 123 persen, menandakan petani mendapat keuntungan lebih besar dari hasil produksinya.
Amran menambahkan, kenaikan produksi beras yang diperkirakan mencapai 34 hingga 35 juta ton tahun ini turut meningkatkan pendapatan petani secara signifikan. Berdasarkan data BPS dan FAO, tambahan produksi sebesar 4 juta ton tersebut menyumbang kenaikan pendapatan petani hingga Rp60 triliun secara nasional.
“Ini bukan hanya hasil kerja pemerintah, tapi kolaborasi semua pihak. Kita permudah regulasi, tingkatkan sarana produksi, dan pastikan pupuk sampai ke petani. Semua itu yang membuat hasil panen meningkat,” jelasnya.
Di Sumatera Selatan, Kepala Perum Bulog Divre Sumsel-Babel, Mersi Windrayani memastikan stok beras dalam kondisi aman. Pihaknya mencatat persediaan beras di gudang Bulog mencapai 99 ribu ton dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 5 hingga 6 bulan ke depan.
“Kami terus menyerap beras petani lokal agar stok semakin terjaga. Dengan begitu, distribusi pangan di wilayah Sumsel dan Bangka Belitung tetap stabil,” pungkas Mersi.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly