13 Jun 2025 19:45

Sumsel Bersiap Hadapi Musim Kemarau, Lima Daerah Tetapkan Status Siaga Karhutla

Sumsel Bersiap Hadapi Musim Kemarau, Lima Daerah Tetapkan Status Siaga Karhutla

Kaganga.com Palembang – Menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau 2025, lima wilayah di Provinsi Sumatera Selatan telah menetapkan status siaga darurat. Terbaru, Kabupaten Banyuasin resmi bergabung dengan empat daerah lainnya dalam menetapkan langkah antisipatif tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel, M Iqbal Alisyabana, mengungkapkan bahwa penetapan status siaga darurat oleh Banyuasin menambah daftar wilayah yang bersiap menghadapi ancaman karhutla. Empat daerah sebelumnya yang sudah lebih dahulu mengambil langkah ini adalah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Ogan Komering Ilir (OKI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Kota Prabumulih.

"Penetapan status siaga ini penting untuk mempercepat respons dan koordinasi jika terjadi kebakaran hutan dan lahan. Dengan Banyuasin bergabung, kini sudah lima daerah yang siap secara resmi," ujar Iqbal pada Jumat (13/6/2025).

Pemerintah Provinsi Sumsel, menurut Iqbal, merespons cepat perkembangan ini dengan menyiapkan rencana peningkatan status siaga darurat di tingkat provinsi. Hal tersebut akan diputuskan dalam waktu dekat berdasarkan parameter kondisi lapangan dan potensi risiko yang terus dipantau.

“Target kami, peningkatan status ini dilakukan bulan ini juga. Tapi, keputusan resmi tetap menunggu penandatanganan dari Gubernur Sumsel,” jelasnya.

Iqbal menambahkan, setelah status siaga darurat provinsi ditetapkan, pihaknya akan segera mengajukan bantuan penanganan ke pemerintah pusat. Bantuan tersebut meliputi tiga unit helikopter pembom air (water bombing) serta satu helikopter patroli dan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Langkah antisipatif juga akan diperkuat melalui kegiatan apel siaga yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan relawan dalam menghadapi musim kemarau.

“Dalam rapat bersama Menkopolhukam, telah disepakati bahwa Sumsel sementara akan mengajukan satu helikopter patroli dan tiga helikopter water bombing. Penempatan helikopter nantinya disesuaikan dengan kondisi lapangan dan daerah yang paling rawan,” tutup Iqbal.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel

Komentar