7 Jan 2026 16:35

Sumsel Targetkan Pengumpulan Zakat Baznas Naik 1.000 Persen

Sumsel Targetkan Pengumpulan Zakat Baznas Naik 1.000 Persen

Kaganga.com PALEMBANG — Potensi zakat di Sumatera Selatan dinilai masih sangat besar dan belum tergarap maksimal. Pemerintah Provinsi Sumsel pun memasang target ambisius dengan mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumsel meningkatkan penghimpunan zakat hingga sepuluh kali lipat dalam satu tahun ke depan.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan, Baznas Sumsel periode 2025–2030 ditantang untuk menaikkan perolehan zakat dari kisaran Rp5 miliar menjadi Rp50 miliar per tahun atau meningkat 1.000 persen. Target tersebut disebut sebagai pemicu semangat dan keberanian pengelola zakat dalam menggali potensi umat.

Menurut Herman Deru, angka tersebut memang terkesan tinggi, namun diperlukan sebagai dorongan awal agar Baznas tidak bekerja secara normatif. Setelah berjalan, capaian tersebut akan dievaluasi dan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

“Target ini saya pasang sebagai spirit. Nanti akan kita evaluasi dan cari angka yang paling realistis. Tapi kalau dari awal tidak ditantang, potensi besar ini tidak akan pernah tergarap maksimal,” ujar Herman Deru, Rabu (7/1/2026).

Ia juga menekankan pentingnya keberanian dan transparansi dalam pengelolaan zakat. Herman Deru bahkan menyebut peran Baznas sebagai pihak yang mengingatkan kewajiban umat Islam dalam menunaikan zakat.

“Baznas ini ibarat debt collector untuk akhirat. Tugasnya mengingatkan masyarakat yang sudah wajib zakat tapi belum menunaikannya,” tegasnya.

Menanggapi tantangan tersebut, Ketua Baznas Sumsel H. Darami menyatakan kesiapan jajarannya untuk bekerja ekstra. Meski saat ini perolehan zakat baru berada di angka Rp5,8 miliar per tahun, ia optimistis target Rp50 miliar dapat dikejar dengan langkah strategis dan dukungan regulasi.

Darami mengakui target tersebut bukan hal mudah, namun menjadi tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan komitmen penuh. Ia bahkan berseloroh siap menanggung konsekuensi moral apabila target tidak tercapai.

“Itu target seribu persen. Kalau tidak tercapai, mungkin kumis saya yang jadi taruhannya,” ujarnya sambil tersenyum.

Untuk mendongkrak perolehan zakat, Baznas Sumsel akan memperkuat payung hukum melalui Peraturan Gubernur serta memperluas pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Jaringan UPZ direncanakan menyasar instansi pemerintah, BUMD, hingga sekolah-sekolah.

Saat ini, jumlah UPZ di Sumsel masih sekitar 75 unit. Ke depan, Baznas menargetkan pembentukan ribuan UPZ baru, termasuk di SMA dan SMK di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sumsel.

Dana zakat yang terkumpul nantinya akan difokuskan untuk program-program produktif, seperti beasiswa pendidikan, pemberdayaan UMKM, serta bantuan permodalan bagi masyarakat yang terjerat rentenir.

Darami menegaskan seluruh jajaran amil zakat akan menjaga kekompakan dan integritas agar amanah umat dan harapan pemerintah dapat diwujudkan secara nyata dalam lima tahun ke depan.

“Kami satu misi. Naik tangga turun tangga bersama seluruh amil agar harapan masyarakat dan harapan Gubernur bisa kami jalankan,” pungkasnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel Zakat BAZNAZ

Komentar