7 Jan 2026 17:45

Trafik Selama Nataru 2025/2026, 2,4 Juta Kendaraan Melintas di JTTS

Trafik Selama Nataru 2025/2026, 2,4 Juta Kendaraan Melintas di JTTS

Kaganga.com PALEMBANG — Lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 tercermin dari meningkatnya volume kendaraan yang melintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). PT Hutama Karya (Persero) mencatat sebanyak 2.491.021 kendaraan melintas di ruas tol operasional sepanjang periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan signifikan, yakni 43,32 persen lebih tinggi dibandingkan trafik normal, serta naik 7,63 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025. Data ini menjadi indikator kuat tingginya kepercayaan masyarakat terhadap JTTS sebagai jalur utama perjalanan lintas wilayah di Sumatra.

Puncak arus mudik tercatat terjadi pada 21 Desember 2025 dengan total 140.419 kendaraan, atau meningkat 38 persen dibandingkan kondisi normal. Sementara itu, puncak arus balik berlangsung pada 4 Januari 2026 dengan 154.420 kendaraan, melonjak 78,33 persen dari trafik normal.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, mengatakan evaluasi layanan Nataru dilakukan secara menyeluruh dan berbasis data untuk memastikan kelancaran serta kenyamanan pengguna jalan tol. Pemantauan trafik dilakukan setiap hari guna mengantisipasi potensi kepadatan di lapangan.

“Kami memantau pergerakan kendaraan secara intensif dan menyiapkan langkah antisipasi agar arus lalu lintas tetap terkendali, terutama saat puncak mudik dan arus balik,” ujar Mardiansyah, Rabu (7/1/2026).

Berdasarkan hasil evaluasi, ruas Tol Kuala Tanjung–Sinaksak yang dikelola anak usaha Hutama Karya, Hutama Marga Waskita, tercatat sebagai ruas dengan volume lalu lintas tertinggi, mencapai 599.514 kendaraan selama periode Nataru.

Tingginya trafik di ruas tersebut dipengaruhi posisinya sebagai koridor strategis yang menghubungkan pergerakan masyarakat dan aktivitas wisata dari kawasan Kuala Tanjung menuju Sinaksak maupun sebaliknya, khususnya pada masa libur panjang akhir tahun.

Sementara itu, peningkatan persentase trafik tertinggi dibandingkan Volume Lalu Lintas (VLL) normal terjadi di Tol Sigli–Banda Aceh, yang melonjak hingga 87,50 persen. Kenaikan ini didorong oleh pengoperasian ruas fungsional Seksi Padang Tiji–Seulimeum, yang memperkuat alternatif jalur dan meningkatkan konektivitas di wilayah Aceh.

“Data ini tidak hanya menunjukkan besarnya trafik, tetapi juga membantu kami memetakan titik dan waktu yang memerlukan penguatan layanan agar respons di lapangan lebih cepat dan terarah,” jelas Mardiansyah.

Untuk meringankan beban perjalanan masyarakat, Hutama Karya juga memberlakukan potongan tarif tol pada periode arus Natal 22–24 Desember 2025 dan arus Tahun Baru 31 Desember 2025–1 Januari 2026 di sejumlah ruas strategis, termasuk Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Indralaya–Prabumulih, Pekanbaru–Dumai, hingga Sigli–Banda Aceh.

Selain itu, pengoperasian ruas tol fungsional seperti Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 dan Tol Palembang–Betung Seksi 2 turut memperkuat aksesibilitas selama Nataru, dengan total trafik masing-masing mencapai 37.138 kendaraan dan 45.358 kendaraan.

Hutama Karya juga melengkapi layanan dengan penyediaan fasilitas pendukung, mulai dari rest area bertrafik tinggi, pos pelayanan, hingga layanan Work From Anywhere (WFA) dengan co-working space, Wi-Fi gratis, dan fasilitas istirahat untuk mendukung kenyamanan pengguna jalan.

Seluruh hasil evaluasi Nataru 2025/2026 ini akan menjadi dasar penyempurnaan layanan Hutama Karya ke depan, khususnya dalam menyiapkan operasional Mudik Lebaran 2026, agar pengendalian arus kendaraan semakin presisi dan kualitas layanan terus meningkat.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel Tol Trans Sumatera

Komentar