31 Jul 2025 17:45

UIN Raden Fatah Palembang Jalin Kerja Sama Strategis dengan PT DSPEC Internasional Medika, Fokus Ser

UIN Raden Fatah Palembang Jalin Kerja Sama Strategis dengan PT DSPEC Internasional Medika, Fokus Ser

Kaganga.com PALEMBANG – Guna memperluas peluang kerja bagi para alumninya, khususnya dari Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT DSPEC Internasional Medika. Penandatanganan ini berlangsung di Gedung Auditorium Perpustakaan Lantai 4, Kampus B UIN Raden Fatah Palembang, Kamis (31/7/2025).

Kerja sama ini menjadi bentuk konkret dukungan institusi pendidikan terhadap dunia kerja, dengan memberikan kesempatan bagi lulusan psikologi untuk berperan dalam proses uji psikologi dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 48 alumni UIN Palembang kini telah tergabung di PT DSPEC.

Kegiatan penandatanganan MoU ini turut dihadiri oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djajadi, SIK, MH, bersama jajaran pejabat utama Polda Sumsel seperti Karo SDM Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, Kabid Humas Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, serta Dir Lantas dan Dir Intelkam. Selain itu, hadir pula Direktur dan Komisaris Utama PT DSPEC, Hasan Basri dan Samuel.

Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, MA, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan peran lulusan psikologi dalam sektor pelayanan publik. Menurutnya, kebutuhan tenaga psikolog dalam prosedur pembuatan SIM kini semakin penting seiring regulasi baru dari Polri.

"Melalui kerja sama ini, alumni kita bisa berkontribusi langsung dalam proses tes psikologi untuk pembuatan SIM. Bahkan PT DSPEC juga telah menyiapkan skema beasiswa bagi mahasiswa aktif sebagai bentuk kolaborasi berkelanjutan," ujar Prof. Adil.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Andi Rian, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sumsel menjadi daerah pertama yang mengimplementasikan sistem uji psikologi secara profesional dalam proses pembuatan SIM. Ia menyebut program ini sebagai pilot project yang bisa menjadi contoh bagi provinsi lain.

“Pemanfaatan psikologi secara profesional dalam proses penerbitan SIM merupakan terobosan penting. Kita tidak hanya menilai kemampuan teknis mengemudi, tapi juga kondisi kejiwaan pengemudi sebagai faktor keselamatan lalu lintas,” jelas Irjen Pol Andi Rian.

Lebih lanjut, ia berharap MoU ini dapat menjadi dasar untuk kerja sama lebih luas, termasuk dalam riset dan pemanfaatan data psikologis dalam mendukung kebijakan keselamatan berlalu lintas. “Ini baru awal. Ke depan kita bisa memanfaatkan data valid dari para psikolog untuk mendorong kebijakan lalu lintas yang lebih tepat sasaran,” tutupnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel UIN Raden Fatah

Komentar