6 Feb 2016 10:50

Pemuda dan Atlit Sungai Lilin berharap Fasilitas Olahraga Panjat Dinding Diperhatikan  Pemerintah

Pemuda dan Atlit Sungai Lilin berharap Fasilitas Olahraga Panjat Dinding Diperhatikan  Pemerintah

Kaganga.com, Musi Banyuasin - Hancurnya fasilitas olahraga panjat dinding membuat para atlit berhenti berlatih untuk menuai prestasi, sabtu (06/02/2016). Hampir satu tahun berlalu, fasilitas olahraga panjat dinding di Kecamatan Sungai Lilin tidak layak digunakan dan kurang ada perhatian dari Pemerintah.

Hal itu menyebabkan para atlit olahraga ekstrim ini di Kecamatan Sungai Lilin berhenti berlatih untuk menuai  prestasi dan sangat di sayangkan karena olahraga ini merupakan olahraga baru di kecamatan yang paling di minati pemuda, dan siswa-siswi SMA/SMK kecamatan.

Diungkapkan Ali Nurahman salah satu atlit senior Sungai Lilin yang pernah berperestasi di kejuaraan Lubuk Linggau, sebenarnya banyak peminat olahraga ini apalagi sekarang jelang even Nasional yang kabarnya tidak lama lagi tapi itu terkendala pada fasilitas latihan.

"Sebenarnya banyak peminatnya. namun kondisi fasilitas yang buruk, terpaksa membuat kami berhenti berlatih sampai menunggu fasilitasnya di perbaiki pihak kecamatan" Ungkapnya kepada kaganga.com saat dijumpai di Gedung Pemuda Sungai Lilin.

Besar harapan para atlit, Pemuda dan Komunitas Pecinta Alam di Sungai Lilin terhadap perbaikan fasilitas olahraga ini, karena dengan adanya olahraga ini dapat membuat para pemuda daerah aktif dan berprestasi.

"Semoga pemerintah segera memperbaiki fasilitas olahraga ini, selain papan yang rusak, alat-alat kelengkapanyapun sudah tidak ada lagi (rusak)" tuturnya dengan penuh harap.

Dijelaskan Ali Nurahman "Kita sudah mengajukan ke Pemerintah Kecamatan namun belum ada kelanjutan, ini merupakan keinginan pemuda dan Komunitas Pecinta Alam sungai lilin agar pemuda aktivitas positif dan berprestasi sesuai dengan bakatnya" pungkasnya.

Harusnya sungai lilin bangga dan memperhatikan adanya olahraga ekstrim ini, namun kurangnya perhatian pemerintah olahraga ini tersia-siakan.

Penulis : Syaikodir
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Sungai lilin panjat tebing

Komentar