21 Sep 2015 09:30

Persiapan Wukuf 95% Rampung

Persiapan Wukuf 95% Rampung

 

Kaganga.com, Palembang - Tiga hari menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah dan Mina, dipastikan membuat jamaah haji wajib mempersiapkan segala sesuatunya. Setidaknya, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Embarkasi Palembang, Hambali berharap agar seluruh jamaah haji Palembang tetap memerhatikan kondisi kesehatannya.

Data yang dimiliki PPIH Embarkasi Palembang, musim haji tahun ini Embarkasi Palembang total memberangkatkan 5.867 jamaah dan petugas kloter. Rinciannya, sebanyak 5.067 jamaah asal Sumsel, 732 jamaah asal Bangka Belitung, 59 petugas kloter asal Sumsel, dan sembilan petugas kloter asal Bangka Belitung.

Bila dilihat dari kuota yang dimiliki Sumsel sebesar 5.088 jamaah, artinya ada 21 jamaah Sumsel yang tahun ini batal berangkat. Alasannya beragam, mulai dari sakit, meninggal sebelum masuk Asrama Haji, hamil, hingga menunda berangkat karena ada tugas negara seperti penjabat Bupati OKU Timur dan OKU Selatan. Untuk Babel, jumlah yang berangkat sesuai dengan kuota mereka, yaitu 732.

Dari jumlah tersebut, jumlah jamaah yang masuk kategori resiko tinggi (Risti) juga cukup banyak, yaitu mencapai 4.669 jamaah dengan rincian 2.724 Risti Sakit dan 1.945 Risti Usia. "Jadi hampir 70% risti. Makanya, sebelum melaksanakan wukuf, jangan terlalu diforsir tenaga," ujarnya.

Termasuk bagi jamaah yang menggunakan kursi roda, Hambali memastikan jika sudah ada pengawasan yang dilakukan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) untuk melayani dan penyimpanan kursi roda tersebut. "Jadi tidak akan terpisah. Sudah ada komitmen sebelumnya. Jika ada jamaah yang ternyata memerlukan kursi roda, bisa dilakukan sistem sewa," kata Hambali.

Hambali menegaskan, jika persiapan wukuf sudah hampir sepenuhnya rampung, pasca pengecekan yang dilakukan DPR RI beberapa waktu lalu, baik di Arafah maupun di Mina. Proses pemberangkatan yang dilakukan tiga termin, diharapkan Hambali benar-benar dipahami oleh masing-masing Ketua Rombongan dan Ketua Kloter.

"Contohnya, jika jamaah tersebut diberangkatkan termin ketiga, jangan dulu turun ke tempat pemberangkatan. Dahulukan dulu yang berangkat di termin pertama. Kebiasaan orang Indonesia, selalu ingin duluan. Sebaiknya hemat tenaga. Jika sudah menjelang keberangkatan baru turun. Proses pemberangkatan itu dilakukan tanggal 23 September mulai pukul 08.00 waktu Arab Saudi," tegas Hambali.

Hambali mengatakan, jika jarak antara Mekah dengan Arafah tergolong singkat, yakni 7 kilometer. Meski demikian, jamaah tetap wajib membawa perbekalan logistik selama menjalankan wukuf. "Segera laporkan ke ketua rombongan atau ketua kloter jika ada kendala maupun gejala penyakit," pungkas Hambali.

Penulis : Roy JM
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Haji Wukuf Arafah

Komentar