8 Sep 2015 19:40

Sapi Mahal, Penjualan Hewan Kurban Menurun

Sapi Mahal, Penjualan Hewan Kurban Menurun

 

Kaganga.com, Palembang - Jelang hari Raya Idul Adha 1436 hijriah tahun 2015 sejumlah pedagang hewan qurban di kota Palembang mulai ramai menjual hewan kurban seperti sapi dan kambing.

Seorang pedagang hewan kurban di jalan Soekarno-Hatta Zulkafi Temin misalnya, warga Macan Lindungan ini mengaku sudah hampir satu minggu memajang hewan kurban untuk dijual dan juga menerima penggemukan hewan untuk hari raya Idul Adha.

"Keseharian saya adalah berjualan daging tapi menjelang hari raya idul Adha kita berjualan hewan kurban seperti sapi dan kambing yang sudah siap untuk keperluan kurban, selain itu kita menerima pesanan dan penggemukan hewan untuk leperluan hari raya kurban" Kata Zulkafi Temin kepada kaganga.com selasa (08/09/2015).

Zulkafi Temin mengaku harga sapi tergantung berat dan jenis sapi, dimulai dari harga Rp. 14.000.000 sampai dengan Rp. 27.000.000.  Menurutnya tahun ini sedikit ada penurunan penjualan. Tahun lalu, tiga minggu menjelang hari raya ia sudah menjual sampai 10 ekor sapi, namun saat ini Ia  baru berhasil menjual 3 ekor sapi saja.

Sapi yang dijual berasal dari daerah Lampung Tengah dan kalau kambing dari daerah Ogan Komering Ulu Selatan (Oku Selatan) Provinsi Sumatera Selatan. Jenis sapi yang  dijual pedagang ini adalah Jenis sapi Menggala dan Jenis sapi Bali.

"Tahun ini kayaknya ada penurunan penjualan kayaknya, mungkin mendekati beberapa hari lebaran nanti ada peningkatan,"  harapnya.

Ditambahkanya, dalam satu minggu ini sepi pembeli kemungkinan karena melemahnya ekonomi masyarakat dan mahalnya harga sapi. Sehingga mempengaruhi juga daya beli masyarakat untuk berkurban.

Lanjutnya, terkait dari penjualan hewan kurban, Dinas Peternakan belum juga melakukan pemeriksaan hewan kurban yang didagangkan. Meski sudah ada surat keterangan sehat dari peternak sapi, pembeli mungkin kurang percaya akan kesehatannya.

"Ekonomi masyrakat yang semakin melemah dan harga sapi semakin tinggi mempengaruhi penjualan dan daya beli masyrakat. hewan yang kita jual sehat tapi untuk meyakinkan masyarakat agar percaya diharapkan Dinas Peternakan untuk mengecek secara langsung karena belum ada survei dari dinas terkait di lapangan" pungkasnya. (Syaikodir)

Penulis : LPM II
Editor : Riki Okta Putra

Tag : sapi kurban mahal

Komentar