8 Jan 2026 17:15

BPBD Sumsel Catat 284 Kejadian Bencana Sepanjang 2025, Banjir Masih Mendominasi

BPBD Sumsel Catat 284 Kejadian Bencana Sepanjang 2025, Banjir Masih Mendominasi

Kaganga.com PALEMBANG — Sepanjang tahun 2025, Provinsi Sumatra Selatan menghadapi rentetan bencana alam yang terjadi hampir merata di berbagai kabupaten dan kota. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat total 284 kejadian bencana melanda wilayah ini, dengan banjir menjadi ancaman paling dominan.

Intensitas curah hujan yang tinggi serta cuaca ekstrem disebut menjadi faktor utama pemicu meningkatnya jumlah bencana tersebut. Dari ratusan kejadian itu, banjir tercatat paling sering terjadi, mencapai 107 peristiwa di berbagai daerah.

Selain banjir, BPBD Sumsel juga mencatat bencana angin kencang sebanyak 76 kali dan kebakaran sebanyak 66 kejadian. Ketiga jenis bencana ini menjadi peristiwa yang paling sering dilaporkan sepanjang tahun lalu.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menjelaskan bahwa selain tiga bencana utama tersebut, masih terdapat bencana lain seperti tanah longsor sebanyak 27 kejadian, puting beliung tujuh kali, serta satu kejadian banjir bandang.

“Total kejadian bencana sepanjang 2025 mencapai 284 kejadian, dan banjir menjadi yang paling banyak terjadi dengan 107 peristiwa,” kata Sudirman saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).

Dari sisi wilayah terdampak, Kabupaten Musi Banyuasin tercatat sebagai daerah dengan frekuensi banjir tertinggi, yakni sebanyak 17 kali. Sementara itu, Kota Palembang menjadi wilayah dengan jumlah kebakaran terbanyak mencapai 33 kejadian.

Bencana angin kencang paling sering dilaporkan terjadi di Kabupaten Ogan Ilir dengan 34 kejadian, sedangkan bencana tanah longsor banyak terjadi di wilayah Ogan Ilir dan Musi Banyuasin.

Sudirman menambahkan, satu peristiwa banjir bandang yang terjadi di Kabupaten OKU Selatan menjadi kejadian paling mematikan sepanjang 2025 karena menelan tiga korban jiwa.

“Secara keseluruhan, bencana tersebut mengakibatkan 38.747 kepala keluarga terdampak, 289 kepala keluarga mengungsi, sembilan orang mengalami luka-luka, dan lima orang meninggal dunia,” jelasnya.

Dampak bencana juga terlihat pada sektor permukiman dan infrastruktur. BPBD mencatat sebanyak 63.422 rumah warga sempat terendam air, sementara 194 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Selain itu, bencana alam turut merusak 16 jembatan serta puluhan fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas layanan kesehatan di sejumlah daerah.

Sektor pertanian pun tidak luput dari kerusakan setelah sekitar 1.746 hektare sawah dan 200 hektare lahan perkebunan terdampak akibat bencana sepanjang tahun lalu.

BPBD Sumsel mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih dapat memicu bencana serupa di masa mendatang. “Penanganan darurat dan upaya mitigasi tetap menjadi fokus kami ke depan,” pungkas Sudirman.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel BPBD Sumsel

Komentar