17 Jul 2025 18:15

Kompor Bocor, Dua Ruko di Pasar Lemabang Ludes Terbakar

Kompor Bocor, Dua Ruko di Pasar Lemabang Ludes Terbakar

Kaganga.com PALEMBANG – Dua unit rumah toko (ruko) di kawasan Pasar Lemabang, Palembang, hangus dilalap si jago merah, Kamis (17/7/2025) pagi. Kobaran api diduga berasal dari kebocoran selang kompor gas di dapur Rumah Makan (RM) Putri Minang yang kemudian merembet ke bangunan di sebelahnya, Salon Lan-Lan.

Peristiwa kebakaran terjadi di Jalan Laksamana Yos Sudarso, Kelurahan 03 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II. Api mulai membesar sekitar pukul 10.30 WIB, membuat panik para pegawai yang sedang beraktivitas di dalam rumah makan.

“Tolong! Tolong! Kebakaran!” teriak salah satu pegawai sambil berlari keluar dari dapur. Beberapa karyawan lainnya terlihat berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya sebelum tim pemadam kebakaran tiba.

Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal. Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke seluruh bagian bangunan rumah makan, kemudian merembet ke Salon Lan-Lan yang berada tepat di sebelahnya.

Pemilik rumah makan, Rudi Hartono (43), mengaku panik saat melihat api membesar. "Memang tidak ada ledakan, tapi api langsung membesar dari dapur dan menyambar bangunan sebelah," ujarnya kepada petugas.

Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palembang bersama anggota Polsek IT II berhasil menjinakkan api sekitar pukul 11.30 WIB.

Kapolsek IT II Palembang, Kompol Ismail, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. “Ada dua ruko yang terbakar, yakni RM Putri Minang dan Salon Lan-Lan. Dugaan sementara, api berasal dari kebocoran selang kompor gas,” jelasnya.

Dalam insiden ini, tidak ada korban jiwa. Namun dua orang mengalami luka ringan akibat terkena percikan api, yakni Rudi Hartono dan Rosmalida (37). Sementara itu, kerugian material masih dalam proses pendataan dan belum dapat diperkirakan.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Peristiwa Seputeran Kito

Komentar