Kaganga.com,PALEMBANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan kembali mempertegas komitmennya menjaga integritas sektor keuangan dengan menggelar pelatihan “Fraud Detection and Prevention” bagi para pimpinan Industri Jasa Keuangan (IJK). Kegiatan ini berlangsung pada 17 November 2025 di Palembang dan bersumber dari rilis resmi OJK Sumsel melalui Instagram.
Pelatihan tersebut diikuti jajaran pimpinan dan perwakilan IJK se-Sumsel sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas manajemen risiko dan penguatan tata kelola. OJK menilai, kemampuan para pemimpin dalam memahami pola-pola kecurangan menjadi kunci untuk mencegah fraud yang dapat mengancam stabilitas lembaga keuangan.
Kepala OJK Provinsi Sumsel, Arifin Susanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa fraud bukan sekadar persoalan kepatuhan internal, tetapi menyangkut langsung kepercayaan masyarakat. “Sektor jasa keuangan hanya dapat tumbuh apabila publik percaya. Karena itu, pencegahan fraud harus menjadi budaya kerja di setiap instansi dan pada setiap level,” ujarnya.
Menurut Arifin, tantangan ke depan semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi dan layanan keuangan digital. Hal itu membuat penguatan kompetensi pimpinan menjadi krusial untuk memastikan sistem pengawasan berjalan efektif dan mampu mengantisipasi berbagai bentuk penyimpangan.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai beragam modus fraud, strategi mitigasi, hingga implementasi kebijakan anti-fraud yang sesuai dengan ketentuan terbaru, termasuk POJK 12 Tahun 2024. Penerapan regulasi tersebut dianggap penting untuk menjaga reputasi lembaga keuangan serta meningkatkan kualitas perlindungan konsumen.
OJK berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi seluruh IJK dalam membangun ekosistem keuangan di Sumsel yang lebih sehat, profesional, dan berintegritas. Dengan pimpinan yang memiliki pemahaman kuat terhadap risiko fraud, stabilitas sektor jasa keuangan diyakini akan semakin terjaga.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Inesalk
Tag : ojk palembang OJK Sumsel