10 Ags 2023 14:05

Perbaiki Sanitasi Air, Kementerian PUPR Perbanyak Pembangunan IPAL

Perbaiki Sanitasi Air, Kementerian PUPR Perbanyak Pembangunan IPAL

Kaganga.com,Palembang - Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Australia membangun instalasi pengolahan air limbah di Palembang. Setelah menjalani proses pembangunan sejak 2017 lalu, kini IPAL yang berada di Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang sudah hampir rampung.

 

“Ini adalah proyek instalasi pengolahan air limbah dari rumah tangga, restoran, dan sebagainya yang akan dikirim kesini melalui pipa. Nantinya akan ada 100.000 kapasitas sambungan yang bisa dilayani IPAL ini,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono saat meninjau lokasi IPAL Sungai Selayur di Palembang, Kamis (10/8/2023).

 

Ia menjelaskan, pembangunan IPAL ini merupakan salah satu proyek pengolahan limbah yang dibangun dengan campur tangan dari APBN dari Kementerian PUPR. Proyek serupa juga sedang berjalan di Makassar, Pekanbaru, Jakarta. Lalu kedepan akan ada juga di Jambi.

 

“IPAL ini dapat membantu memperbaiki lingkungan dan memelihara lingkungan. Air hasil pengolahan limbah ini akan lebih jernih dan tidak berbau. Setelah kondisi air baik, barulah dibuang ke sungai,” jelasnya.

 

Dalam pembangunan IPAL di Palembang, kata dia, pihaknya berkolaborasi dengan pemerintah Australia melalui Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur. Tak main-main, investasi yang ditanamkan untuk IPAL ini mencapai lebih dari Rp1,2 triliun. Dimana Australia memberikan hibah sebesar Rp600 miliar.

 

Sementara itu APBN dari Kementerian PUPR sendiri menganggarkan Rp640 miliar untuk pipa distribusi, transmisi arteri dan tersiernya. Kemudian untuk pembebasan lahan seluas 5,8 hektar dan juga sambungan rumahnya menggunakan APBD dari Kota Palembang dan Provinsi Sumatra Selatan.

 

“Karena itu butuh edukasi ke masyarakat untuk mendukung pemasangan sambungan IPAL ini. Karena IPAL ini tujuannya pada sanitasi yang layak dan pengadaan air bersih. Ini semua bisa mengarah pada penanganan stunting,” jelasnya.

 

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams mengatakan, proyek perencanaan pembangunan IPAL ini sudah dimulai sejak 2011 lalu, dan baru dimulai pembangunan pada 2017. Ditarget IPAL ini dapat beroperasional penuh pada Desember 2023 mendatang.

 

“Proyek ini investasi tertinggi dari proyek pembangunan kemitraan Australia. Beberapa waktu lalu, Presiden berkunjung ke Australia untuk hubungan ekonomi strategis. Ada bidang infrastruktur. Saya juga senang bisa dengar ada banyak perindusrrian dan perumahan yang mau koneksi dengan IPAL ini,” jelasnya.

 

Diakuinya, pembangunan IPAL ini merupakan konkret kerjasama dengan Australia dan Indonesia. “Kami bersyukur karena ada contoh konkret kerjasama pembangunan antara Indonesia dan Australia dalam membantu kesehatan dan lingkungan di Indonesia,” terangnya.

 

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, kerjasama ini merupakan hubungan baik antar dua negara. “Dengan adanya pembangunan IPAL ini, artinya menjadi beban bagi Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang agar lebih berbuat baik lagi dengan mengajak masyarakat hidup bersih untuk penanganan stunting. Nilai investasi IPAL ini mencapai lebih dari Rp1 triliun dan kami bersama Pemkot Palembang akan bertanggungjawab untuk sambungan rumah tangga,” pungkasnya.

Editor : Inesalk

Tag : Pemerintah Kota Pale

Komentar