6 Okt 2015 17:15

Misi Ke Lebanon, Kuasai 3 Bahasa

Misi Ke Lebanon, Kuasai 3 Bahasa

Misi Kemanusiaan Lettu Yosevin Ke Lebanon

Kaganga.com, Palembang - Bercita-cita menjadi seorang tentara memang keinginan Lettu Yosevin sedari kecil. Sosok pamannya yang gagah menjadi seorang tentara, menjadi inspirasinya untuk dapat lulus jadi TNI. Yosevin menamatkan kuliahnya di Akper panti Rapih Yogyakarta. berbekal ijazah D3, dengan kamauan dan keberaniannya wanita manis ini pun, lulus menjadi Anggota TNI tahun 2008.

Saat di wawancarai di tempat kerjanya, Lettu Yosevin Wahyu Listiyowati, yang jabatannya sebagai Kaur Kesgilut Sikeskureh di Kesdam II Sriwijaya, menyampaikan, jika cita citanya dari kecil telah tecapai dan ia pun bisa berhasil lulus sehingga dapat bertugas ke luar negri.

" Saya sukses menjadi tentara sejak saya lihat paman saya yang menjadi anggota TNI, dan sayapun setelah lulus bertugas di Lebanon, bergabung bersama tentara PBB , sejak Desember 2013 hingga Desember 2014," katanya.

Selama menjalankan tugas Ia harus dapat menguasai tiga bahasa negara lain, karna dalam menjalankan misi kemanusian di bawah naungan PBB, dirinya harus dapat berkomunikasi dengan pasien dari negara tempatnya menjalankan misi itu.

" Kalau saat tugas di di Lebanon saya juga harus dapat berbahasa inggris aktif, dan syukur syukur saya juga bisa bahasa arab dan juga bahasa india walau pasif," ungkap wanita kelahiran, Sleman 15 juni 1984 itu.

Perawatan maupun pengobatan yang dilakukannya pada mayarakat Liibanon merupakan tugas mulia yang di jalankannya, Ketika di tanyakan apa kendalanya selama menjalankan misi kemanusian, dirinya mengatakan jika kendalanya hanya masalah komunikasi saja.

" Kalau kendala terkadang Masyakat dilibanon itu, bahasanya berbeda jadi kita juga harus bisa berbahasa inggris ataupun arab, kalau kita salah berkomunikasihnya, bahayanya nanti kita salah memberi obatnya." Ungkapnya

Ia juga menceritakan jika dari seluruh indonesia hanya dua tentara wanita yang di kirim ke negara Lebanon pada tahun itu, yang salah satunya adalah dirinya.

" Di tahun itu yang dikirim ke Lebanon tentara wanitanya hanya saya dan satu lagi rekan saya juga, saya bertugas sebagai Nurse officer." Katanya

Diungkapkannya juga, jika dirinya dalam bertugas harus siap dengan resiko apapun walaupun nyawa yang menjadi taruhannya.

" Kalau dalam perang petugas palang merah atau Medis tidak boleh di tembak, jadi kalau resiko terkena peluru itu juga harus siap, tetapi kalau saya tidak takut kok dengan peluru." Paparnya

Seiain itu juga wanita yang gemar membaca dan hobi Traveling ini mengunggkapkan, selama menjadi seorang tentara wanita ia juga sangat suka kan mendidik maupun memberikan pengajaran kepada mhasiswa.

" Kalau di Kesdam juga saya sering juga mendidik maupun memberikan arahan kepada mhasiswa Akademi keperawatan maupun kebidanan. Saya juga hobi membaca dan juga traveling." ucapnya

Dirinya juga berharap agar TNI kedepannya dapat lebih profesional dan lebih baik lagi demi bangsa dan negara.

"Saya berharap bagi setiap anggota kowad baik senior dan yunior selalu berfikir positif senantiasa mengacu dan menggali potensi diri untuk meraih prestasi dengan ikhlas dan tulus hati. Kesetaraan gender dalam pelaksanaan peran dan tugas yang sejajar dengan pria." Kata anak nomor satu dari tiga bersaudara

Tambahnya, semoga kedepannya anggota TNI wanita dapat lebih banyak lagi yang di kirim ke PBB untuk misi kemanuisaan.

" Saya berharap semakin banyak wanita TNI dikirim dalam satgas PBB." Pungkasnya

Penulis : B Kurniadi
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Lebanon 3 bahasa

Komentar