1 Jan 2016 21:20

Ust Mubarok : Jangan Sekedar Pengajian, Harus Ada Pengkajian

Ust Mubarok : Jangan Sekedar Pengajian, Harus Ada Pengkajian

 

Kaganga.com Ogan Ilir - Seperti biasa Jum'at pukul 11.00 WIB (25/12/2015) di sebuah Desa Seri Kembang Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir, suara kumandang bacaan ayat suci Al-quran telah menggema dari pengeras suara Mesjid Darussalam. Pertanda Ibadah Sholat Jumat akan segera dimulai di Mesjid itu.  

Saat waktu sholat telah tiba petugas jum'at mulai mengumandangkan adzan dan khotib mulai menaiki mimbar yang di sampaikan seorang Ustaz yang di kenal dengan nama Ust Mubarok Desa Seri kembang. Dalam khutbah jum'at yang Ust Mubarok sampaikan terguratlah keperihatinannya kepada bangsa ini karena kehilangan sosok yang menjadi teladan.

Khotbahnya cukup mengena sehingga timbul rasa penasaran yang lebih untuk kaganga.com berbincang lebih lanjut dengan Ust Mubarok usai Ibadah Sholat Jumat selesai hari itu.

"Saya prihatin melihat pergerakan  Islam turun (ghiroh) semangat. Dipengaruhi dari beberapa faktor diantaranya kita kehilangan sosok teladan dan krisis kepemimpinan," tuturnya saat dijumpai kaganga.com setelah selesai ibadah sholat jum'at di masjid Darussalam.

Tidak hanya itu katakannya, salah satu program dakwah yang monoton membuat masyarakat meninggalkan ajaran dakwah.

"Program Dakwah monoton membuat masyrakat bosan dan jenuh. Yang sering dilakukan sekarang lebih sekedar pengajian bukan pengkajian. Banyak orang tau aturan Islam tapi belum mau melaksanakan," kata Ust Mubarok. 

Demikian beberapa petik kalimat yang di utarakan Pemuda kelahiran Serang Banten, pada 28 Mei 1986 ini.  Ia punya keinginan agar Dakwah dan juga pentauladanan dapat di sampaikan dengan baik kepada umat Islam. Hal ini tak lepas dari profesinya sebagai tenaga pengajar yaitu Guru Sekolah  dasar (SD) dan Madrsah Tsanawiyah (MTS) Muhammadiyah.

Ust. Mubarok mengajar mata pelajaran Matematika, Seni  Budaya dan keterampilan dan juga Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Dari pengalamannya mengajar ia mengerti betul bahwasanya, setiap apa pun yang akan diajarkan kepada orang lain. Tentulah metode dan pendekatannya haruslah tepat.

"Metode yang tepat bisa saja berupa  penyampaian yang menarik serta mengajak untuk mengkaji bersama. Sehingga yang mendengar bukan hanya tahu tetapi juga melaksanakan," pungkas pria yang juga membina Program Pembelajaran Matematika Intensif (P2MI) ini.   

 

Penulis : Maher N
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Dakwah Ustadz

Komentar