24 Ags 2022 17:10

Pertalite Akan Naik Jadi Rp10 ribu per Liter

Pertalite Akan Naik Jadi Rp10 ribu per Liter

Kaganga.com,Palembang - Pemerintah bakal kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kenaikan tersebut akan diberlakukan untuk BBM jenis pertalite dengan harga Rp10 ribu per liter dari sebelumnya hanya Rp7.650 per liter.

 

Wacana kenaikan harga BBM pertalite dikabarkan berlaku pekan depan, namun konsumsi pertalite di Sumatra Selatan (Sumsel) justru meningkat. Yakni pembelian BBM bersubsidi sudah melebihi proyeksi kuota pada Agustus 2022.

 

"Untuk Pertalite sudah mencapai 23 persen diatas proyeksi kuota BBM untuk pertengahan Agustus tahun ini," ujar Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Regional Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel), Tjahyo Nikho Indrawan, Rabu (24/8/2022).

Selain konsumsi BBM pertalite yang sudah melebihi proyeksi kuota, jenis BBM subsidi lain seperti Bio Solar juga telah menyentuh angka 21 persen diatas proyeksi kuota BBM tersebut. Yakni rata-rata konsumsi harian untuk Bio Solar subsidi mencapai 1.903 kiloliter (KL) per hari.

 

"Karena lebih dari proyeksi kuota pertamina telah menambah jam operasional fuel terminal BBM untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi, serta mengoptimalisasikan awak mobil tangki agar lebih efektif," jelasnya

 

Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Palembang menambahkan, upaya mencegah antrean di SPBU, pihaknya menerapkan aturan membeli BBM subsidi terbatas, seperti hanya sekalali dalam sehari.

 

"Aturan beli dibatasi sekali sehari karena memang ada pembatasan pasokan BBM, terutama solar," ujar Wakil Pengurus SPBU Tugu KB Roy.

 

Ia menerangkan, untuk pengisian BBM Biosolar tidak diberlakukan pembatasan literan kendaraan, namun kendaraan yang sudah mengisi, tidak bisa mengisi lagi dan harus menunggu keesokan hari.

 

"Bagi kendaraan roda dua atau roda empat yang ingin mengisi BBM bersubsidi, wajib melakukan pengisian BBM 1 kali sehari, terkecuali untuk BBM Pertamax non subsidi," terangnya

 

Langkah pembatasan pembelian BBM bersubsidi sehari sekali juga dilakukan untuk menghindari kendaraan yang memiliki tangki bermodif dan yang melebihi kapasitas tangki. Sebab setiap kendaraan yang akan mengisi BBM selalu dicatat dan didata.

 

"Apabila terdapat kendaraan yang memiliki tangki bermodif akan kita lakukan tindakan," tambah Roy.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Inesalk

Tag : Pemerintah Kota Pale

Komentar