Kaganga.com OKI -- Kericuhan yang terjadi di perkebunan kelapa sawit, PT Buluh Cawang Plantation (BCP) yang berada di wilayah Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan pada Selasa (23/6/2026) sore, berawal dari adanya tiga warga yang ditembak, pihak keamanan Perusahaan.
Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, salah seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan menyampaikan, kemarahan warga diawali adanya penembakan terhadap 3 warga yang sedang berada di rumahnya.
Ketiga warga yang mengalami luka tembak yakni Zainal (45), Mat Kunci (35) dan Yasun (17), satu di antaranya dibawa ke RS Charitas an Zainal, yang kritis Kena tembak di bagian perut tembus.
Sedangkan dua lainnya Mat Kunci tertembak dibagian paha dan Yasun tertembak di bagian kaki.
Sementara itu, lanjut warga tersebut, satu korban lainnya meninggal yakni Ali Candra (25), terkena strum listrik saat melakukan aksi pembakaran.
Lanjutnya, kondisi terkini saat ini massa masih berkumpul menuntut pertanggungjawaban kepada pihak perusahaan dan meminta agar tidak ada lagi aparat kepolisian di perusahaan tersebut.
"Saat ini, warga sedang berkumpul di desa guna menyampaikan tuntutan tersebut yang akan disampaikan ke pihak Polsek dan Polres OKI," ungkapnya, Rabu (24/6/2026).
Sementara itu, setelah kejadian, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan bersama Polres Ogan Komering Ilir bergerak cepat melakukan langkah-langkah pengamanan, pelayanan kemanusiaan, dan pemulihan situasi pasca terjadinya dinamika di kawasan perkebunan PT BCP Dabukrejo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Selasa (23/6/2026).
Dalam penanganan kejadian tersebut, kepolisian memprioritaskan keselamatan masyarakat dengan memastikan warga yang mengalami luka mendapatkan penanganan medis secara maksimal. Dua warga yang terdampak saat ini telah memperoleh perawatan di fasilitas kesehatan dan terus dipantau perkembangannya.
Kapolres Ogan Komering Ilir, AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., turun langsung memimpin pengamanan dan koordinasi di lapangan guna memastikan seluruh rangkaian penanganan berjalan secara profesional, humanis serta sesuai prosedur.
Penulis : Wahid Aryanto
Editor : Elly