23 Des 2025 17:15

BNNP Sumsel Perluas Pencegahan Narkoba hingga Pelosok Desa, Libatkan Ratusan Relawan

BNNP Sumsel Perluas Pencegahan Narkoba hingga Pelosok Desa, Libatkan Ratusan Relawan

Kaganga.com PALEMBANG — Upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat terus menjadi fokus Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan sepanjang tahun 2025. Melalui berbagai program yang menyasar hingga ke pelosok desa, BNNP Sumsel menegaskan komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika secara menyeluruh.

Hal tersebut disampaikan Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Hisar Siallagan SIK, saat memimpin rilis capaian kinerja akhir tahun 2025 yang digelar di Kantor BNNP Sumsel, Selasa (23/12/2025) siang. Ia menjelaskan bahwa bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu pilar utama dalam strategi P4GN di Sumsel.

Hisar mengungkapkan, BNNP Sumsel setiap tahunnya membentuk relawan anti narkoba di 10 desa dengan total 580 relawan. Ratusan relawan tersebut dilatih untuk menjadi penggiat yang mampu melakukan edukasi serta pencegahan di lingkungan masing-masing. “Ada 580 relawan yang kita latih untuk menjadi penggiat anti narkoba,” ujarnya.

Selain itu, BNNP Sumsel juga menghadirkan inovasi Desa Bersinar di Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Program ini diperkuat dengan pelaksanaan ketahanan keluarga anti narkoba yang telah melatih 40 keluarga, terdiri dari orang tua dan anak. Menurut Hisar, peran orang tua menjadi faktor penting dalam membentengi anak dari bahaya narkotika.

Di sektor pendidikan, BNNP Sumsel menjalankan program pelatihan soft skill bagi pelajar SMA dan mahasiswa, serta penyuluhan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Sepanjang 2025, penyuluhan telah dilaksanakan sebanyak 159 kali dengan total audiensi mencapai 42.140 orang.

“Angka ini baru dari BNNP Sumsel saja. Jika digabungkan dengan BNK di kabupaten dan kota, jumlahnya tentu akan jauh lebih besar,” kata Hisar. Ia menambahkan, penyuluhan menjadi sarana penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba sejak dini.

Program unggulan lainnya adalah Implementasi IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkoba) di Provinsi Sumsel. Dalam program ini, materi anti narkoba dimasukkan ke dalam sejumlah mata pelajaran. Hisar menyebutkan, BNN Pusat telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mendukung implementasi tersebut.

Terkait peta kawasan rawan narkoba, Hisar memaparkan bahwa Sumsel memiliki total 3.241 kawasan, dengan rincian 15 kawasan bahaya, 442 waspada, 1.719 siaga, dan 1.095 aman. Kawasan bahaya tersebar di Kabupaten OKI sebanyak tujuh lokasi, PALI satu lokasi, Banyuasin satu lokasi, OKU Timur dua lokasi, sementara OKU Selatan tidak memiliki kawasan bahaya namun terdapat 41 kawasan waspada.

“Data ini menjadi dasar arah gerak kami dalam melakukan pencegahan. Selain itu, data tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh instansi lain seperti Kepolisian dan pihak terkait,” jelasnya.

Masih di bidang pencegahan, BNNP Sumsel juga melaksanakan tes urine di instansi pemerintah, perusahaan, organisasi masyarakat, dan sekolah sebanyak 25 kegiatan dengan total 2.508 peserta. Selain itu, dilakukan pemetaan wilayah rawan P4GN dan prekursor narkotika, serta pelatihan life skill di kawasan rawan narkoba, seperti aquaponik, bioflok ikan lele, dan hidroponik tanaman sayuran di Kelurahan Sukarami.

Sementara itu, di bidang pemberantasan dan intelijen, BNNP Sumsel bersama jajaran berhasil mengungkap 37 berkas perkara narkotika. Dari jumlah tersebut, 33 berkas telah dinyatakan lengkap (P21) dan empat berkas masih dalam proses penyelidikan. “Dari target 35 berkas, kita mampu mengungkap 37 berkas atau mencapai 102,7 persen,” ungkap Hisar.

Dari pengungkapan tersebut, diamankan 37 tersangka yang terdiri dari dua perempuan dan 35 laki-laki. Barang bukti yang disita antara lain sabu seberat 25.936,015 gram, ekstasi sebanyak 7.177 butir, ganja kering 5.164,22 gram, serta barang non-narkotika berupa 52 unit handphone, lima unit mobil, dan 10 unit sepeda motor. Selain itu, masih terdapat 19 orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel BNNP Sumsel

Komentar