Kaganga.com Palembang – Aktivitas konsumsi masyarakat di Sumatera Selatan terbukti masih menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel mencatat, pada triwulan III 2025, ekonomi daerah ini tumbuh sebesar 5,20 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan konsumsi rumah tangga berkontribusi paling besar terhadap laju pertumbuhan tersebut.
Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, menjelaskan bahwa laju pertumbuhan ini menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika harga kebutuhan pokok dan kebijakan moneter nasional. “Konsumsi rumah tangga memberikan distribusi sebesar 59,55 persen terhadap struktur ekonomi Sumsel dan tumbuh 4,89 persen yoy,” ujarnya dalam rilis resmi di Palembang, Rabu (5/11/2025).
Secara keseluruhan, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumsel atas dasar harga konstan tercatat mencapai Rp102,48 triliun, sedangkan atas dasar harga berlaku menembus Rp185,3 triliun. Kinerja tersebut menjadikan pertumbuhan kumulatif ekonomi Sumsel dari triwulan I hingga III tahun ini berada di level 5,28 persen, menandakan tren positif sepanjang 2025.
Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, pertumbuhan ini lebih tinggi dari 5,03 persen pada triwulan III 2024, serta sedikit meningkat dibandingkan dengan triwulan II 2025. Menurut Wahyu, hal ini menunjukkan geliat aktivitas ekonomi yang semakin kuat menjelang akhir tahun, terutama didorong sektor jasa dan perdagangan.
Dari sisi lapangan usaha, sektor akomodasi serta makanan dan minuman menjadi yang paling cepat tumbuh dengan capaian 11,58 persen. Sementara itu, hampir seluruh sektor mengalami peningkatan, kecuali administrasi pemerintahan yang tercatat mengalami kontraksi tipis 0,02 persen.
“Penopang utama ekonomi Sumsel masih berasal dari sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi 24,28 persen terhadap PDRB, diikuti industri pengolahan sebesar 17,81 persen, serta pertanian sebesar 14,89 persen,” jelas Wahyu.
Ia menambahkan, capaian ini menunjukkan keseimbangan antara sektor primer dan sekunder yang masih terjaga. Namun, sektor tersier seperti perdagangan, transportasi, dan jasa keuangan juga mulai menunjukkan peran yang semakin signifikan dalam memperluas basis ekonomi daerah.
Pada skala yang lebih luas, Wahyu mengungkapkan bahwa struktur ekonomi Pulau Sumatra masih didominasi tiga provinsi besar, yakni Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Selatan dengan total kontribusi mencapai 60,38 persen terhadap ekonomi Sumatra. Dari angka itu, Sumsel menyumbang 11,85 persen, sekaligus menempati posisi pertumbuhan tertinggi kedua di antara provinsi-provinsi di pulau tersebut.
Dengan capaian ini, BPS menilai prospek ekonomi Sumsel hingga akhir 2025 masih berada pada jalur positif, terutama jika konsumsi masyarakat dan sektor jasa tetap terjaga. Namun, diperlukan langkah antisipatif terhadap potensi penurunan harga komoditas global yang dapat berdampak pada kinerja sektor pertambangan dan industri pengolahan di wilayah tersebut.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly