12 Des 2022 19:45

PNS Kawin Lagi Tanpa Izin, Laporan Istri ditelantarkan dan Tuntut Keadlian

PNS Kawin Lagi Tanpa Izin, Laporan Istri ditelantarkan dan Tuntut Keadlian

Kaganga.com OKI -- Seorang istri SM (56) menuntut keadilan hingga melaporkan suaminya EKM (56) yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten OKI, karena dugaan penelantaran dan secara diam-diam menikah lagi tanpa izin. 

SM (56) Istri sah EKM merupakan warga Kelurahan Jua-Jua Kecamatan Kayu Agung mengatakan, mengetahui suami menikah lagi setelah mendapat informasi dari orang lain, selain itu juga dipengaruhi adanya perubahan kelakuan termasuk tekanan psikis dari sang suami yang semakin hari sangat zalim terhadap dirinya serta anak anaknya.

"Baru tau suami saya menikah lagi tanpa persetujuan dan sepengetahuan sudah selama 14 tahun dijalani, bahkan sudah sejak lama juga suami saya menelantarkan kami, tidak pernah lagi memberikan nafkahnya serta pulang kerumah," katanya.

Dikatakan SM, atas dasar inilah saya bersama anak anak telah membuat surat laporan pengaduan suami hingga ke Bupati OKI ditembuskan ke Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Kepala Inspektorat Kabupaten OKI, Dinas Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten OKI.

"Namun sayang, aduan kami tidak ada respon sama sekali dari pihak manapun, sampai saat ini belum ada sanksi tegas. Semua dinas terkesan saling lempar tanggungjawab, kami seperti dimainkan kesana kemari menanyakan kejelasan soal ini," jelasnya.

Sementara itu SFY anak kandung SM menambahkan, bahwa orang tuanya seorang PNS sebagai guru, diam diam telah menikah lagi tanpa izin ibu, bahkan saat dirinya akan menikah, EKM tersebut terkesan cuek dan tidak mau mengurusi pernikahannya.

"Pastinya ibu tidak terima dengan pernikahan kedua bapak saya, kami menuntut keadilan supaya bapak dapat diproses sesuai ketentuan sebagaimana mestinya," terangnya.

Terpisah Kepala Inspektorat Kabupaten, OKI Endro Suarno melalui Irban Investigasi, Dian Rolanda mengakui, laporan sudah masuk ke Inspektorat dan pihaknya sudah buat tim untuk menindaklanjutinya, baru nanti keluar hasil laporannya.

"Harus ada tiga pilar menindakkanjuti kasus ini tim adhok Dinas Pendidikan, Inspektorat dan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten OKI," jelasnya seraya menambahkan, kasus ini terkait PP No. 94 tahun 2021 tentang disiplin ASN, sanksinya tergantung pemeriksaan, hingga sanksi bisa pemecatan.

Penulis : Wahid Aryanto
Editor : Elly

Tag : OKI PNS OKI

Komentar