4 Jun 2026 15:35

Polda Sumsel Gelar Sidang Rikkes II Secara Hibrida, 1.674 Peserta Lolos ke Tahap Pemeriksaan Kesehat

Polda Sumsel Gelar Sidang Rikkes II Secara Hibrida, 1.674 Peserta Lolos ke Tahap Pemeriksaan Kesehat

Kaganga.com,PALEMBANG – Sebanyak 1.674 peserta penerimaan terpadu Taruna Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 di wilayah Polda Sumatera Selatan dinyatakan lolos dan berhak mengikuti Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II. Kepastian tersebut diumumkan dalam Sidang Menuju Pemeriksaan Kesehatan Tahap II yang dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho di Gedung Golden Sriwijaya Jakabaring Palembang, Kamis (4/6/2026).

Sidang yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIB itu menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi calon anggota Polri. Dari total 3.684 pendaftar yang mengikuti proses penerimaan terpadu di wilayah Polda Sumsel, sebanyak 1.674 peserta berhasil memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahap pemeriksaan kesehatan lanjutan.

Pelaksanaan sidang dilakukan secara hibrida guna menjamin keterbukaan informasi dan memberikan akses yang setara bagi seluruh peserta di berbagai daerah di Sumatera Selatan. Sebanyak 523 peserta mengikuti sidang secara langsung di Gedung Golden Sriwijaya Jakabaring, terdiri atas 132 peserta Akpol, 359 peserta Bintara, dan 32 peserta Tamtama. Sementara itu, 1.151 peserta lainnya mengikuti sidang secara daring dari polres jajaran Polda Sumsel.

Berdasarkan hasil sidang, sebanyak 132 calon Taruna dan Taruni Akpol dinyatakan berhak mengikuti Pemeriksaan Kesehatan Tahap II, terdiri atas 118 pria dan 14 wanita. Pada jalur Bintara, sebanyak 1.393 peserta dinyatakan lolos, meliputi 1.233 peserta Bintara PTU/SPKT, 94 peserta Bintara Intelijen, 29 peserta Bintara Kompetensi Khusus, dan 37 peserta Bintara Polair. Sedangkan pada jalur Tamtama, sebanyak 149 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Inspektur Pengawasan Daerah Polda Sumsel Kombes Pol Feri Handoko Soenarso selaku Ketua Tim Pengawas Umum, Kepala Biro SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo selaku Ketua Pelaksana, serta para pejabat utama Polda Sumsel yang tergabung dalam tim penguji dan pengawas penerimaan terpadu Polri Tahun Anggaran 2026.

Dalam arahannya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan seluruh proses seleksi dilaksanakan berdasarkan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Ia juga mengingatkan peserta maupun orang tua agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

“Masuk menjadi anggota Polri bukan hanya karena pintar atau tidak pintar, tetapi karena siapa yang lebih siap, maka dialah yang akan terpilih. Saya tegaskan kepada seluruh peserta dan orang tua, jangan percaya kepada siapa pun yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang. Proses seleksi ini gratis dan dilaksanakan secara objektif sesuai kemampuan masing-masing peserta,” tegasnya.

Kapolda juga memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil agar menjadikan hasil seleksi sebagai bahan evaluasi dan pengalaman untuk mempersiapkan diri lebih baik pada kesempatan berikutnya.

“Bagi yang belum berhasil, jangan berputus asa. Jadikan ini sebagai pengalaman dan motivasi untuk memperbaiki diri. Masih banyak kesempatan pengabdian kepada bangsa dan negara melalui berbagai profesi lainnya. Sedangkan bagi yang berhasil melanjutkan ke tahap berikutnya, tetap jaga kesehatan, disiplin, dan integritas karena perjalanan masih panjang,” ujarnya.

Pelaksanaan rekrutmen yang profesional dan transparan tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Presisi Polri yang diinisiasi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Melalui sistem seleksi berbasis kompetensi dan meritokrasi, Polri berupaya menghasilkan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan tugas kepolisian di masa depan.

Pada tingkat nasional, rekrutmen yang bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme juga sejalan dengan agenda reformasi birokrasi pemerintah dalam membangun institusi negara yang profesional, modern, dan berintegritas. Karena itu, setiap tahapan penerimaan dilaksanakan secara terbuka dengan pengawasan internal maupun eksternal guna menjamin objektivitas hasil seleksi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa keberhasilan peserta yang lolos ke tahap berikutnya sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan dan kesiapan masing-masing.

“Polda Sumatera Selatan memastikan seluruh tahapan penerimaan dilaksanakan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Setiap peserta yang dinyatakan lolos adalah mereka yang berhasil melalui proses seleksi berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan kesiapan masing-masing. Tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, dan tidak ada praktik percaloan dalam rekrutmen Polri,” katanya.

Polda Sumsel memastikan seluruh tahapan lanjutan Penerimaan Terpadu Polri Tahun Anggaran 2026 akan terus dilaksanakan secara profesional, objektif, dan berintegritas guna menghasilkan calon anggota Polri yang unggul, adaptif, dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Inesalk

Tag : Pemerintah Provinsi

Komentar