6 Ags 2026 18:45

Dua Bocah Terseret Arus Sungai Selabung, Satu Ditemukan Meninggal, Satu Masih Dicari

Dua Bocah Terseret Arus Sungai Selabung, Satu Ditemukan Meninggal, Satu Masih Dicari

Kaganga.com OKU SELATAN – Keceriaan dua bocah yang bermain di Sungai Selabung usai pulang sekolah berubah menjadi tragedi. Keduanya diduga terseret arus saat berenang di Desa Sukabumi Pauh, Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Satu anak ditemukan meninggal dunia, sementara seorang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Korban yang masih dicari diketahui bernama Ardiansyah (10). Sementara rekannya, Rahmat Kuncoro (10), ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 16.50 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palembang Raymond Konstantin mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Kedua korban diketahui baru pulang sekolah sebelum memutuskan bermain dan berenang di Sungai Selabung bersama adik masing-masing.

"Saat sedang berenang, kedua korban diduga terseret arus sungai hingga tenggelam. Melihat kejadian tersebut, adik kedua korban langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar," ujar Raymond, Kamis (6/8/2026).

Setelah menerima laporan, Basarnas Palembang segera mengerahkan tim menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian terhadap Ardiansyah yang hingga kini belum ditemukan.

Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan melakukan penyisiran menggunakan perahu rafting di sepanjang aliran Sungai Selabung dengan area pencarian sekitar 10 kilometer. Apabila kondisi sungai memungkinkan, penyelaman juga akan dilakukan di titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.

"Seluruh unsur SAR gabungan akan berupaya semaksimal mungkin mencari korban dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan," kata Raymond.

Operasi pencarian melibatkan Basarnas Palembang, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat yang turut membantu menyisir aliran sungai.

Basarnas juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sungai, terutama anak-anak. Orang tua diminta meningkatkan pengawasan dan tidak membiarkan anak bermain atau berenang tanpa pendampingan orang dewasa, terlebih ketika arus sungai sedang deras.

Masyarakat yang mengetahui atau mengalami kondisi darurat yang membahayakan keselamatan jiwa dapat menghubungi Basarnas melalui layanan Emergency Call 115 yang siaga selama 24 jam.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Peristiwa Seputeran Kito bocah tenggelam

Komentar