22 Jan 2026 16:45

Kasus HIV/AIDS di Sumsel Masih Tinggi, Edukasi Seksual Pelajar Jadi Prioritas

Kasus HIV/AIDS di Sumsel Masih Tinggi, Edukasi Seksual Pelajar Jadi Prioritas

Kaganga.com PALEMBANG – Angka penularan HIV/AIDS di Sumatera Selatan masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Untuk menekan laju kasus baru, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan memperluas program edukasi kesehatan reproduksi dan perilaku seksual aman dengan menyasar pelajar sekolah menengah atas (SMA).

Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 907 kasus baru HIV/AIDS di Sumatera Selatan. Data tersebut menunjukkan bahwa penularan masih terjadi secara signifikan, terutama pada kelompok usia produktif yang rentan terhadap perilaku berisiko.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, mengatakan edukasi kepada pelajar menjadi langkah strategis untuk mencegah peningkatan kasus di masa mendatang. Menurutnya, usia remaja merupakan fase penting dalam pembentukan pemahaman dan perilaku kesehatan seksual.

“Edukasi mengenai kesehatan reproduksi, bahaya seks bebas, dan pentingnya perilaku seksual aman terus kami intensifkan, khususnya di kalangan pelajar SMA,” ujar Ira, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, dari total kasus baru HIV/AIDS pada 2025, penularan melalui hubungan heteroseksual masih mendominasi dengan 533 kasus. Sementara itu, penularan melalui hubungan homoseksual tercatat sebanyak 344 kasus.

Kondisi tersebut, lanjut Ira, menunjukkan bahwa HIV/AIDS telah menyebar luas di masyarakat dan tidak lagi terbatas pada kelompok tertentu. Karena itu, upaya pencegahan harus menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.

Selain perilaku seksual berisiko, rendahnya pemahaman tentang seks aman serta masih kuatnya stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menjadi tantangan besar dalam pengendalian penyakit ini.

“Masih banyak masyarakat yang enggan melakukan tes HIV karena takut terhadap stigma. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah penularan dan meningkatkan kualitas hidup penderita,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinkes Sumsel memastikan layanan konseling, pemeriksaan, dan pengobatan HIV tersedia secara luas dan mudah diakses di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas, dengan tetap menjamin kerahasiaan pasien.

Selain layanan kesehatan, Dinkes Sumsel juga menggandeng komunitas dan organisasi terkait dalam memberikan pendampingan bagi ODHA serta memperkuat edukasi di tingkat akar rumput.

Meski jumlah kasus pada 2025 menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 992 kasus, Dinkes Sumsel menilai angka tersebut masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2021 yang hanya mencatat 321 kasus.

“Kolaborasi lintas sektor, peran sekolah, keluarga, dan dukungan komunitas akan terus kami perkuat agar penularan HIV/AIDS di Sumatera Selatan dapat ditekan secara berkelanjutan,” pungkas Ira.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel Kasus HIV/AIDS

Komentar